Direktori pemancingan Indonesia
66 entri di 11 kota dan 5 provinsi, tiap kota minimal lima. Tiap entri menyebut alamat, sistem, tautan peta, dan yang paling penting, dari mana datanya berasal.
Dari 66 entri, 58 dikompilasi dari daftar publik di internet dan 60 punya alamat yang tercatat. Yang sudah benar benar dikunjungi langsung: 0. Direktori yang jujur soal angka itu lebih berguna daripada direktori yang menuliskan tanggal verifikasi untuk kunjungan yang tidak pernah terjadi.
Cakupan sengaja dalam di sedikit kota, bukan tipis di banyak kota. Menggelar seratus kota dengan dua entri per kota menghasilkan halaman yang tidak menolong siapa pun.
Per kota
- Bandung BaratJawa Barat · 6 entri
- BekasiJawa Barat · 7 entri
- BogorJawa Barat · 7 entri
- DepokJawa Barat · 5 entri
- GresikJawa Timur · 5 entri
- Jakarta TimurDKI Jakarta · 6 entri
- MalangJawa Timur · 6 entri
- SemarangJawa Tengah · 6 entri
- SidoarjoJawa Timur · 5 entri
- SurabayaJawa Timur · 7 entri
- TangerangBanten · 6 entri
Per provinsi
Empat sistem pemancingan
Perbedaan sistem menentukan berapa yang dibayar, apakah ikan boleh dibawa pulang, dan seberapa pemilih ikannya. Ini yang paling sering membingungkan pemancing baru.
- Sistem harianBayar tiket masuk sekali, mancing sepuasnya sepanjang jam buka. Ikan yang didapat biasanya boleh dibawa pulang sampai batas tertentu.
- Sistem kiloanBayar menurut berat ikan yang didapat. Cocok untuk yang datang bersama keluarga dan hanya ingin membawa pulang secukupnya.
- Sistem galatamaSistem lomba. Ikan ditimbang lalu dilepas kembali, dan yang dikejar adalah poin, bukan bawa pulang. Ikannya sudah berkali kali kena kail sehingga jauh lebih pemilih.
- Sistem spot liarPerairan umum tanpa pengelola: sungai, waduk, rawa, atau muara. Gratis, tapi tidak ada jaminan ada ikan dan tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan.