Essen ikan mujair
Sama seperti nila, mujair tidak menuntut aroma kuat. Satu tetes per kilogram cukup, dan di air hijau sebaiknya dilewati.
Aroma yang biasanya diterima
- Pandan
- Vanili
- Kelapa
Daftar ini bukan urutan peringkat. Aroma yang berhasil di satu kolam sering gagal di kolam sebelah karena ikan di sana sudah terbiasa pakan yang berbeda. Pakai daftar ini untuk memilih titik awal, lalu ganti satu aroma per sesi supaya tahu mana yang benar benar berpengaruh.
Berapa banyak yang wajar
Dosis essen berubah menurut kondisi air, dan perubahannya jauh lebih besar daripada yang biasa diduga. Dua takaran di bawah dihitung dari resep dasar ikan mujair yang sama, hanya kondisi airnya yang berbeda.
- Tepung/aci438 g 44%
- Pelet 781422 g 42%
- Kroto70 g 7%
- Kinoy (perasa)55 g 6%
- Pewangi13 g 1%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air jernih: aroma tajam diturunkan (pewangi 0.7x, essen 0.8x) agar ikan tidak curiga.
- Tepung/aci434 g 43%
- Pelet 781419 g 42%
- Kroto70 g 7%
- Kinoy (perasa)55 g 6%
- Pewangi18 g 2%
- Essen (tetes)4 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air keruh: essen dinaikkan 1.8x supaya aroma terbaca ikan di jarak pandang rendah.
Botol essen yang sudah lama terbuka kehilangan kepekatannya dan baunya bergeser. Kalau hasilnya tiba tiba turun padahal racikan sama, curigai botolnya.
Pengganti essen yang masuk akal
- Vanili bubuk. Aman untuk ikan mas, nila, dan mujair.
- Air rendaman pandan. Aroma lembut alami, cocok untuk pemakan tumbuhan.
- Minyak ikan. Untuk lele dan patin. Jangan dipakai pada nila atau gurame.
Kalau aroma tidak mengubah apa pun
Turunkan ukuran kail dua nomor dan buat bulatan sebesar kacang hijau. Kalau setelah itu masih sepi, pindahkan titik ke perairan yang lebih dangkal.
Urutan penyesuaian saat ikan mujair susah makan