Umpan ikan nila untuk galatama
Galatama nila menuntut umpan ringan. Ikan yang sudah berkali kali dilepas menghindari adonan padat.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan nila, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Tepung/aci406 g 41%
- Pelet 781388 g 39%
- Kroto113 g 11%
- Kinoy (perasa)74 g 7%
- Pewangi17 g 2%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air jernih: aroma tajam diturunkan (pewangi 0.7x, essen 0.8x) agar ikan tidak curiga.
- Galatama: pelet 0.7x dan tepung 0.85x supaya adonan tidak mengenyangkan, kroto 1.15x sebagai penarik, essen 0.85x karena ikan lomba curiga pada aroma tajam.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Tepung/aci | 203 | 406 | 1218 |
| Pelet 781 | 194 | 388 | 1164 |
| Kroto | 57 | 113 | 340 |
| Kinoy (perasa) | 37 | 74 | 222 |
| Pewangi | 9 | 17 | 52 |
| Essen (tetes) | 1 | 2 | 5 |
Kenapa takarannya berubah
Galatama nila menuntut umpan ringan. Ikan yang sudah berkali kali dilepas menghindari adonan padat.
Nila adalah pemakan segala yang condong ke tumbuhan. Di alam ia menyerok lumut di batu dan menyaring plankton, bukan memburu potongan daging. Adonan yang meniru pola itu, halus dan sedikit manis, lebih sering diterima daripada racikan beraroma amis.
Kesalahan paling sering adalah memakai essen amis. Aroma itu ampuh untuk lele, tapi untuk nila justru membuat ikan berputar di dekat umpan tanpa pernah menyedotnya.