Umpan ikan nila untuk spot liar
Nila liar menolak aroma pabrikan. Kalau memungkinkan, campurkan lumut dari lokasi itu sendiri ke dalam adonan.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan nila, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Pelet 781447 g 45%
- Tepung/aci386 g 39%
- Kroto80 g 8%
- Kinoy (perasa)72 g 7%
- Pewangi14 g 1%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air jernih: aroma tajam diturunkan (pewangi 0.7x, essen 0.8x) agar ikan tidak curiga.
- Spot liar: essen 1.3x dan kinoy 1.2x karena ikan tidak terbiasa pakan, perlu sinyal lebih kuat.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Pelet 781 | 224 | 447 | 1342 |
| Tepung/aci | 193 | 386 | 1157 |
| Kroto | 40 | 80 | 239 |
| Kinoy (perasa) | 36 | 72 | 215 |
| Pewangi | 7 | 14 | 42 |
| Essen (tetes) | 1 | 2 | 6 |
Kenapa takarannya berubah
Nila liar menolak aroma pabrikan. Kalau memungkinkan, campurkan lumut dari lokasi itu sendiri ke dalam adonan.
Nila adalah pemakan segala yang condong ke tumbuhan. Di alam ia menyerok lumut di batu dan menyaring plankton, bukan memburu potongan daging. Adonan yang meniru pola itu, halus dan sedikit manis, lebih sering diterima daripada racikan beraroma amis.
Kesalahan paling sering adalah memakai essen amis. Aroma itu ampuh untuk lele, tapi untuk nila justru membuat ikan berputar di dekat umpan tanpa pernah menyedotnya.