Umpan ikan nila di air berarus
Nila menghindari arus deras. Cari cerukan atau balik batu tempat air melambat.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan nila, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Tepung/aci461 g 46%
- Pelet 781396 g 40%
- Kroto70 g 7%
- Kinoy (perasa)53 g 5%
- Pewangi18 g 2%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air berarus: tepung 1.35x supaya adonan lebih lengket dan tidak cepat hanyut, essen 1.4x karena aroma terus terbawa arus.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Tepung/aci | 230 | 461 | 1383 |
| Pelet 781 | 198 | 396 | 1188 |
| Kroto | 35 | 70 | 211 |
| Kinoy (perasa) | 26 | 53 | 158 |
| Pewangi | 9 | 18 | 53 |
| Essen (tetes) | 1 | 2 | 7 |
Kenapa takarannya berubah
Nila menghindari arus deras. Cari cerukan atau balik batu tempat air melambat.
Nila adalah pemakan segala yang condong ke tumbuhan. Di alam ia menyerok lumut di batu dan menyaring plankton, bukan memburu potongan daging. Adonan yang meniru pola itu, halus dan sedikit manis, lebih sering diterima daripada racikan beraroma amis.
Kesalahan paling sering adalah memakai essen amis. Aroma itu ampuh untuk lele, tapi untuk nila justru membuat ikan berputar di dekat umpan tanpa pernah menyedotnya.