Umpan ikan mujair untuk spot liar
Mujair liar berlimpah di waduk dan rawa, dan justru di sinilah ia paling menarik dipancing.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan mujair, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Tepung/aci433 g 43%
- Pelet 781418 g 42%
- Kroto70 g 7%
- Kinoy (perasa)66 g 7%
- Pewangi13 g 1%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air jernih: aroma tajam diturunkan (pewangi 0.7x, essen 0.8x) agar ikan tidak curiga.
- Spot liar: essen 1.3x dan kinoy 1.2x karena ikan tidak terbiasa pakan, perlu sinyal lebih kuat.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Tepung/aci | 216 | 433 | 1298 |
| Pelet 781 | 209 | 418 | 1253 |
| Kroto | 35 | 70 | 209 |
| Kinoy (perasa) | 33 | 66 | 197 |
| Pewangi | 6 | 13 | 38 |
| Essen (tetes) | 1 | 2 | 6 |
Kenapa takarannya berubah
Mujair liar berlimpah di waduk dan rawa, dan justru di sinilah ia paling menarik dipancing.
Mujair sekerabat dengan nila dan pola makannya serupa: lumut, plankton, dan serpihan tumbuhan. Bedanya, mulut mujair lebih kecil sehingga umpan yang pas untuk nila sering terlalu besar untuknya.
Kesalahan paling sering adalah memakai kail nomor besar. Mujair menolak umpan yang tidak muat di mulutnya, dan itu terbaca seperti ikan tidak mau makan.