Umpan ikan wader untuk spot liar
Wader hampir selalu dipancing di perairan liar, terutama sungai berarus jernih.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan wader, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Tepung/aci585 g 59%
- Pelet 781298 g 30%
- Kroto60 g 6%
- Kinoy (perasa)48 g 5%
- Pewangi7 g 1%
- Essen (tetes)2 g 0%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air jernih: aroma tajam diturunkan (pewangi 0.7x, essen 0.8x) agar ikan tidak curiga.
- Spot liar: essen 1.3x dan kinoy 1.2x karena ikan tidak terbiasa pakan, perlu sinyal lebih kuat.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Tepung/aci | 293 | 585 | 1755 |
| Pelet 781 | 149 | 298 | 895 |
| Kroto | 30 | 60 | 179 |
| Kinoy (perasa) | 24 | 48 | 143 |
| Pewangi | 3 | 7 | 21 |
| Essen (tetes) | 1 | 2 | 6 |
Kenapa takarannya berubah
Wader hampir selalu dipancing di perairan liar, terutama sungai berarus jernih.
Wader hidup bergerombol di sungai berarus jernih dan memakan serpihan yang hanyut. Ia menyambar cepat lalu langsung melepas kalau merasa ada yang aneh, jadi kail harus sekecil mungkin.
Kesalahan paling sering adalah memakai perangkat yang terlalu besar untuk ikan sekecil ini. Wader butuh kail nomor kecil, senar sangat tipis, dan joran tegek yang ringan.