Umpan ikan patin di air berarus
Arus justru membantu menyebarkan aroma. Pakai adonan yang lebih lengket.
Takaran untuk kondisi ini
Dihitung ulang dari resep dasar ikan patin, bukan resep dasar yang diberi judul berbeda. Angkanya sama persis dengan keluaran kalkulator saat disetel ke kondisi ini.
- Tepung/aci448 g 45%
- Pelet 781441 g 44%
- Kroto53 g 5%
- Kinoy (perasa)35 g 4%
- Pewangi18 g 2%
- Essen (tetes)5 g 1%
Urutan: campur bahan kering dulu, tambah air hangat sedikit demi sedikit, uleni sampai kalis, diamkan 15 menit sebelum dipakai.
- Air berarus: tepung 1.35x supaya adonan lebih lengket dan tidak cepat hanyut, essen 1.4x karena aroma terus terbawa arus.
| Bahan | 500 g | 1 kg | 3 kg |
|---|---|---|---|
| Tepung/aci | 224 | 448 | 1344 |
| Pelet 781 | 221 | 441 | 1324 |
| Kroto | 26 | 53 | 159 |
| Kinoy (perasa) | 18 | 35 | 106 |
| Pewangi | 9 | 18 | 53 |
| Essen (tetes) | 2 | 5 | 15 |
Kenapa takarannya berubah
Arus justru membantu menyebarkan aroma. Pakai adonan yang lebih lengket.
Berbeda dengan lele yang menyusur dasar, patin sering berenang di kolom air tengah dan menyambar apa pun yang melayang turun. Umpan yang langsung tenggelam ke dasar sering luput dari jangkauannya.
Kesalahan paling sering adalah membiarkan umpan terlalu lama sampai hancur di dasar. Patin kehilangan jejaknya begitu umpan menyatu dengan lumpur.